Latest Article Get our latest posts by subscribing this site
"WELCOME TO GUDANG ARTIKEL - PENGUNJUNG YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN KOMENTAR"

Bagaimana Hukum Copy Paste Menurut Agama Islam ?

Pertanyaan:

Apakah wajib hukumnya bagi orang yang mengutip artikel, video, atau rekaman mp3 dari website orang lain untuk menyebutkan sumber? Apakah penulis artikel, pembuat video, dan rekaman mp3 berkecil hati manakala dia melihat artikelnya tersebar di suatu situs tanpa menyebutkan namanya?

Sebenarnya aku adalah orang yang sangat bersemangat untuk berdakwah melalui tulisan, meng-up load video dan rekaman mp3 dakwah. Aku jumpai berkali-kali sebagian orang mengambil jerih payahku tanpa menyebutkan namaku, bahkan mereka terkadang menambahkan atau membuang sebagian isinya tanpa izin dariku. Boleh jadi mereka melakukan hal tersebut karena motivasi dakwah dan menyebarluaskan kebaikan, akan tetapi seharusnya bukan dengan cara semacam ini. Di antara hal yang menunjukkan bahwa sebenarnya niat mereka itu baik adalah mereka tidak menyebutkan nama mereka pada hasil karyaku yang mereka kutip. Jika mereka mengganti namaku dengan namanya tentu saja ini tergolong tindakan yang lebih tragis lagi.



Jawaban:

Kami berharap agar Anda jangan terlalu bersedih hati. Selama Anda ingin berbagi ilmu dan Anda saksikan bahwa hasil jerih payah Anda tersebar di berbagai situs dan forum internet, maka hal ini seharusnya mendorong Anda untuk gembira dan bahagia bukan malah bersedih. Imam Syafii mengatakan suatu perkataan yang sangat baik, yang berkaitan dengan keadaan Anda, beliau mengatakan,

وددتُ أن الخلْق تعلموا منِّي هذا العلمِ على أن لا ينسب إليَّ حرف منه

“Aku berharap agar banyak orang mendapatkan ilmu agama melalui diriku dan mereka tidak menisbatkannya kepadaku meski hanya satu huruf saja.”

Banyak ilmu yang dinisbatkan kepada Imam Syafi’i karena beliau secara langsung mengajarkan ilmu kepada banyak orang. Sebagian orang tidak mau mengambil ilmu dari orang yang tidak mereka ketahui, maka Imam Syafii menuliskan namanya di buku-buku karya beliau (bukan untuk berbangga pen.). Jika seorang itu menyebarkan hasil jerih payahnya tanpa menyebutkan nama sebenarnya, maka dia bisa mewujudkan angan-angan Imam Syafii.

Merupakan hak Anda ketika orang lain mengutip berbagai pendapat dan hasil jerih payah Anda untuk mencantumkan nama Anda. Orang lain tidak boleh menyebarluaskan hasil jerih payah Anda tanpa menyebutkan sumber. Anda memiliki hak untuk menegur orang yang tidak melakukan kewajibanya tersebut.

Ada usulan bagus bagi Anda, cobalah membuat situs pribadi yang berisikan semua jerih payah intelektual Anda sehingga orang lain bisa dengan mudah mengutip dan menyebutkan sumbernya. Karena banyak orang tidak mengetahui bahwa yang mereka kutip adalah jerih payah Anda. Oleh karena itu, mereka tidak menisbatkannya kepada Anda.

Orang yang menisbatkan hasil karya orang lain pada dirinya tanpa menyebutkan sumber adalah orang yang terjerumus dalam banyak bahaya. Hendaknya dia menyadari hal ini dan tidak terus menerus melakukan hal tersebut yang menyebabkan dia tidak mendapatkan pahala karenanya. Di antara sisi buruk yang terjadi karena perbuatan ini adalah:

Pertama, tidak ikhlas dalam beramal.

Seorang muslim diperintahkan untuk ikhlas dalam semua amal ketaatan dan amal ibadah yang dia lakukan.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ

“Tidaklah mereka diperintahkan melainkan agar mereka menyembah Allah dalam kondisi memurnikan ibadahnya hanya untuk-Nya dan menjadi orang yang cenderung kepada tauhid” (QS. Al-Bayinah: 5).

Perbuatan mengambil hasil jerih payah orang lain untuk disebarluaskan atas nama dirinya adalah tindakan yang bertolak belakang dengan ikhlas. Karena dengan tindakannya itu berarti dia adalah orang yang menginginkan popularitas dan namanya disebut-sebut oleh banyak orang serta ingin berbangga-bangga dengan sesuatu yang bukan jerih payahnya. Andai dia adalah seorang yang menginginkan wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan pahala akhirat, niscaya dia menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala itu tidak menerima amal yang diklaim sebagai jerih payah sendiri padahal sebenarnya bukan. Jika dia menyadari hal ini, tentu saja dia akan segera menghentikan perbuatannya dan menisbatkan hasil jerih payah seseorang kepada pemiliknya. Jika dia mau melakukan hal ini maka dia akan mendapatkan pahala mengajarkan dan menunjukkan kebaikan kepada orang lain secara utuh tanpa dikurangi sedikitpun. Ingatlah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menerima amalan kecuali yang baik.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لا يَقْبَلُ إِلا طَيِّباً .

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Wahai manusia sesungguhnya Allah itu maha baik dan Dia tidaklah menerima kecuali yang baik.” (HR. Muslim no.1015).

Kedua dan ketiga, dusta dan membangga-banggakan diri dengan suatu hal yang tidak benar.

عَنْ أَسْمَاءَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْمُتَشَبِّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَ كَلَابِسِ ثَوْبَيْ زُور

Dari Asma, Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang membangga-banggakan diri dengan sesuatu yang tidak ada pada dirinya itu bagaikan seorang yang menutupi seluruh badannya dengan dua kain kepalsuan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Al-Hafizh Ibnu Hajar menyampaikan bahwa Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam menggunakan ungkapan ‘dua kain’ sebagai isyarat bahwa orang tersebut melakukan dua kebohongan, membohongi diri sendiri dan membohongi orang lain. Demikian pula saksi palsu. Dia melakukan dua kezaliman, zalim kepada diri sendiri dan zalim kepada orang yang dirugikan gara-gara persaksian palsunya.” (Fathul Bari, 9:318).

Syaikh Muhammad Jamaluddin al Qasimi mengatakan, “Di antara hal yang sangat jelas bahwa termasuk hal penting dalam karya tulis adalah menisbatkan penjelasan bermanfaat tentang suatu hal, suatu permasalahan, dan keterangan menarik kepada orang yang mengatakannya agar kita termasuk melakukan pemalsuan dan menjaga diri agar tidak tergolong orang yang memakai dua kain kepalsuan. Oleh karena itu, semua permasalahan yang ada dalam kitab ini disandarkan kepada orang yang mengucapkan tanpa mengadakan perubahan sama sekali. Inilah prinsip kami dalam semua keterangan yang kami kumpulkan.” (Qawaid at Tahdits min Funun Mushtholah Hadis, hal. 40).

Keempat, tergolong tindakan pencurian

Isham Al-Hadi mengatakan, “Tatkala banyak komentar tentang kelakuan sebagian orang yang menukil suatu perkataan tanpa menyebutkan siapa yang mengucapkannya, kutanyakan hal ini kepada guruku, Al-Albani, apakah tindakan tersebut tergolong pencurian ataukah bukan?

Jawaban beliau, “Betul, itu tergolong pencurian dan tentu saja tidak diperbolehkan oleh syariat karena itu termasuk berbangga dengan sesuatu yang tidak dimiliki, tadlis alias manipulasi dan membuat sangkaan bahwa perkataan tersebut atau simpulan pembahasan tersebut adalah buah karyanya.”

Lantas kukatakan, “Sebagian orang beralasan dengan perbuatan ulama terdahulu yang menukil ucapan orang lain tanpa menyebutkan siapa yang mengatakan.”

Jawaban Al-Albani, “Apakah ulama dahulu membanggakan diri dengan kutipan tersebut? Tidak pantas bagi seorang penuntut ilmu untuk membanggakan kutipan perkataan orang lain. Wahai ustadz, ketahuilah bahwa mengutip perkataan orang lain itu ada dua macam.

Pertama, nukilan yang semua orang tahu bahwa nukilan tersebut bukanlah ucapannya semisal ucapanku atau selain diriku, “Fulan lemah atau tsiqah.” Semua orang yang membacanya tahu bahwa nukilan tersebut bukanlah murni ucapanku. Hal semacam ini tidaklah mengapa kita mengutipnya tanpa menyebutkan siapa yang mengatakannya.

Kedua, perkataan yang merupakan hasil telaah dan kajian yang mendalam tidak boleh dikutip tanpa menyebutkan siapa yang mengatakannya, siapa pun yang melakukannya (tidak boleh pen.).” (Al-Albani Kama ‘Araftuhu, karya Isham Musa Hadi hal. 74-75).

Kelima dan keenam, dicabutnya keberkahan ilmu dan tidak syukur atas nikmat ilmu

Ketika menjelaskan hadis ‘Agama itu nasihat (menghendaki kebaikan untuk pihak lain), An-Nawawi mengatakan, “Di antara bentuk menghendaki kebaikan untuk orang lain adalah menisbatkan keterangan yang menarik kepada yang mengatakannya. Siapa saja yang melakukan hal itu maka ilmu dan keadaannya akan diberkahi. Sedangkan orang yang membuat image bahwa ucapan orang lain yang dia kutip seakan-akan adalah kata-katanya itu sangat layak ilmunya tidak bisa diambil manfaatnya dan keadaannya tidak mendapatkan limpahan berkah. Adalah di antara tradisi keilmuan para ulama adalah menisbatkan keterangan ilmiah yang menarik kepada orang yang pertama kali mengucapkannya.” (Bustanul ‘Arifin, hal. 4, Syamilah).

Suyuthi mengatakan, “Di antara tanda keberkahan ilmu dan wujud syukur atas nikmat ilmu adalah menisbatkan ilmu kepada yang mengucapkannya. Abu Abdillah Ash-Shuri mengatakan, Abdul Ghani bin Said bercerita kepadaku, “Ketika buku karyaku sampai ke tangan Abdullah Al-Hakim dia mengucapkan terima kasih atas pemberian buku tersebut dan dia bercerita bahwa dia mendiktekan buku tersebut kepada banyak orang. Di antara isi surat terima kasihnya kepadaku adalah pengakuan bahwa dia mendapatkan banyak tambahan ilmu dengan sebab buku tersebut dan setiap tambahan ilmu yang dia dapatkan dia selalu sampaikan bahwa dia mendapatkannya dariku.”

Al-Abbas bin Muhammad Ad-Duri mengatakan bahwa beliau mendengar Abu Ubaid mengatakan, “Di antara wujud syukur karena mendapatkan tambahan ilmu adalah mengatakan dulu aku tidak mengetahui hal ini dan itu. Aku tidak punya ilmu tentangnya sampai akhirnya fulan memberi penjelasan demikian dan demikian kepadaku.” Inilah bentuk syukur atas nikmat ilmu. Kukatakan (yaitu Suyuthi) ‘Oleh karena itu, tidaklah aku mengutip ucapan orang dalam buku-buku karyaku kecuali kesebutkan ulama yang pertama kali mengucapkannya plus buku yang menyebutkannya.” (Al-Muzhir fi Ulum Al-Lughah, 2:273).

Syaikh Muhammad Rasyid Ridha menyebutkan adanya kejahatan dan dosa yang banyak yang dilakukan oleh orang yang mencuri hasil jerih payah orang lain, lalu diklaim sebagai jerih payahnya sendiri. Menurut beliau, tindakan ini adalah pencurian yang lebih jelek dari pada pencurian harta.

Beliau mengatakan, “Kami sudah berulang kali memberikan kritikan kepada berbagai koran yang mengutip ucapan orang lain tanpa menisbatkannya kepada yang mengucapkannya. Boleh jadi sebagian orang melakukan hal ini dengan sengaja. Jika demikian, ini merupakan pencurian yang lebih jelek dari pada pencurian harta. Mencuri harta berarti melakukan satu dosa. Sedangkan mencuri ucapan seseorang itu memuat beberapa dosa:

Pertama, melanggar hak orang lain lalu menisbatkan hak tersebut sebagai haknya. Inilah sebab mengapa perbuatan ini disebut pencurian.

Kedua, khianat dalam dunia ilmu. Padahal seorang itu tidak akan sukses dalam ilmu melainkan dengan amanah dan amanah dalam hal ini adalah penisbatkan setiap ucapan dan pendapat kepada yang mengatakannya.

Ketiga, merupakan kedustaan dan ini adalah suatu hal yang jelas.

Keempat, membanggakan diri dengan sesuatu yang sebenarnya tidak ada pada dirinya. Dalam hadis yang sahih dikatakan bahwa orang yang membanggakan diri dengan sesuatu yang tidak nyata itu bagaikan orang yang menutupi seluruh badannya dengan dua kain kepalsuan.

kelima, menipu. Sebagian orang jika mengetahui bahwa perkataan ini adalah perkataan milik si A maka dia akan menerima dan mengikutinya karena taklid itu dibangun di atas kepercayaan kepada person tertentu. Ketika kata-kata tersebut tidak dinisbatkan kepada orang yang benar, maka sebagian orang tidak mau menerimanya. Andai dia mengetahui orang yang sebenarnya mengucapkannya maka dia akan menerimanya karena dia sangat percaya dengan pengucap yang asli dan tidak percaya dengan pengucap yang palsu. Orang yang percaya berat dengan pengucap yang palsu akan menerima kata-kata tersebut dengan anggapan bahwa itu adalah kata-katanya padahal sebenarnya bukan.

Keenam, kejahatan terhadap sejarah. Sejarahlah yang menjelaskan tingkatan dan kedudukan manusia dalam masalah ilmu. Tidak diragukan, bahwa para pakar hadis menilai orang semacam ini sebagai pemalsu dan pembuat kebohongan yang riwayatnya tidak diterima dan demikianlah sikap yang seharusnya diberikan kepada mereka.” (Majalah Al-Manar, 3:569).

Setelah melihat betapa jahatnya dan berapa buruknya orang yang mengaku-aku hasil jerih payah orang lain sebagai jerih payahnya sendiri, maka hendaknya para penulis di dunia maya atau pun selainnya hendaknya menghentikannya yang mempermainkan hasil jerih payah orang lain, jujur dalam berkarya, dan berupaya untuk selalu amanah. Mudah-mudahan Allah akan berikan kepada mereka pahala menebarkan kebaikan yang sempurna pada hari Kiamat nanti jika mereka amanah dalam menulis.




Sumber: http://gudangartikel.net/discussion/1665/bagaimana-hukum-copy-paste-menurut-agama-islam-s/p1#ixzz1gMVJMwtc

Mengungkap Kisah "Kisaeng" Wanita Penghibur Korea Kuno"

image

Kisaeng, gisaeng atau ginyeo (기녀), adalah wanita yang berprofesi sebagai penghibur di Korea pada zaman Dinasti Goryeo dan Dinasti Joseon. Kisaeng bekerja untuk menghibur raja dan para bangsawan.

Diperkirakan muncul sejak zaman Dinasti Goryeo, Kisaeng umumnya adalah penghibur yang dilegalkan pemerintah, yang juga terjun dalam banyak bidang pekerjaan lain. Sebagian besar kisaeng dipekerjakan di istana, yang lainnya dan tersebar di seluruh negeri. Kisaeng dilatih secara ketat dan umumnya sangat mahir dalam bidang seni seperti menari, melukis, dan membaca puisi dan sajak. Walau begitu mereka sering diremehkan karena status sosialnya yang rendah.

Kisaeng bekerja dalam banyak bidang selain menghibur, seperti di bidang kedokteran dan jahit menjahit. Dalam beberapa hal, kisaeng juga bekerja membantu tentara di pusat militer.

image
Tarian Pedang Jinju Gisaeng

Kisaeng dalam sejarah maupun cerita fiksi, memainkan peran penting dalam budaya tradisional Korea pada masa lalu. Salah satu cerita tertua dan paling terkenal, Chunhyang-jeon, menceritakan kisaeng sebagai tokoh utama. Walau banyak nama para kisaeng sudah terlupakan, ada sedikit yang diingat karena bakat dan kesetiaannya, yang paling terkenal mungkin kisaeng dari abad ke-16, Hwang Jin-i.

Hwang Jin I

image

Hwang Jin-i (1520 - 1560, tanggal lahir dan kematian tidak diketahui), adalah seorang kisaeng yang paling terkenal yang hidup pada masa Dinasti Joseon semasa rezim Raja Jungjong. Hwang Jin-i sangat terkenal karena kecantikan dan kepandaiannya. Kehidupan personalnya telah jadi cerita yang legendaris di Korea dan telah diangkat dalam berbagai pentas seni tradisional dan opera. Hwang Jin-i sangat pandai menari , memainkan alat musik dan membaca sajak sijo.

Dua buah karya sijo Hwang Jini yang paling dikenal:

"동짓달 기나긴 밤을.."
동짓달 기나긴 밤을 한 허리를 버혀 내어
춘풍 니불 아래 서리서리 넣었다가
어론님 오신 날 밤이어든 굽이굽이 펴리라
Oh that I might capture the essence of this deep midwinter night
And fold it softly into the waft of a spring-moon quilt,
Then fondly uncoil it the night my beloved returns.

"청산리 벽계수(靑山裏 碧溪水)야..."
청산리 벽계수(靑山裏 碧溪水)야 수이 감을 자랑 마라.
일도창해(一到滄海)하면 다시 오기 어려우니
명월(明月)이 만공산(滿空山)할 제 쉬어간들 어떠리.
Respectable Byuk Kye-Soo, do not boast of leaving so early.
When you venture out to the sea, it will be difficult to return.
The full bright moon above the empty mountain, how about staying here to rest.


Menjadi seorang Kisaeng


image
Tarian Kessan

Wanita dapat menjadi kisaeng dengan berbagai cara, sebagian besar adalah putri dari kisaeng yang mewarisi status ibunya. Yang lain dijual ke gijeok oleh keluarga miskin yang tidak mampu memelihara anak-anaknya. Mereka inipun berasal dari kelas cheonmin (budak), namun kadang-kadang ada pula keluarga miskin dengan status lebih tinggi menjual anak mereka dengan cara ini. Pada beberapa kasus, bahkan wanita kelas bangsawan (yangban) akan dijadikan kisaeng karena melanggar norma sopan-santun.

Pemerintah ikut andil dalam memajukan pendidikan dan kebudayaan, yang diawali dengan pengesahan gyobang, institusi pelatihan atau padepokan istana yang mencurahkan pelatihan musik dan tari untuk kisaeng-kisaeng baru (gwonbeon). Sistem ini berkembang pesat di periode akhir Joseon. Kota Pyongyang terkenal akan sekolah-sekolah musik dan tari yang paling berkualitas dimana sampai masa penjajahan Jepang masih terdapat beberapa yang berlanjut beroperasi.


Karier seorang Kisaeng

image

Karier sebagian besar kisaeng sangat pendek, rata mencapai puncak pada usia 16 atau 17, dan sedikit yang diatas 22 tahun. Hanya sedikit kisaeng yang dapat berkarir lebih lama dari umur tersebut. Untuk itulah kisaeng mendapat pelatihan minimal sejak usia 8 tahun. Semua kisaeng, bahkan yang tidak bekerja sebagai penghibur diwajibkan oleh undang-undang untuk pensiun pada usia 50. Prospek yang paling baik agar kisaeng dapat bertahan lama dalam karirnya adalah dengan menjadi istri seorang pejabat tinggi pemerintahan. Namun untuk itu, mereka harus dibebaskan dulu dari kelas mereka, dimana hanya sedikit sekali pejabat atau pegawai di Joseon yang mampu mengeluarkan uang yang cukup banyak. Setelah karirnya meredup, para kisaeng kebanyakan akan bekerja di kedai minuman.
Di periode akhir Joseon, dibentuklah sistem 3 tingkatan.

Tingkat tertinggi dimiliki oleh haengsu, yang menyanyi dan menari di pesta-pesta warga kelas atas. Kisaeng haengsu tidak diizinkan untuk menghibur sampai mereka berusia 30 tahun. Namun mereka juga dapat bekerja di bidang lain seperti membuat pakaian dan meracik obat-obatan sampai mencapai usia 50 tahun. Haengsu umumnya bekerja di istana dan disebut seonsang. Mereka juga bertanggung jawab atas pelatihan kisaeng-kisaeng baru di tiap distrik.

Kisaeng tingkat paling bawah adalah samsu. Samsu dilarang menampilkan tarian dan menyanyikan lagu karya haengsu.

Sistem ini seperti layaknya pembagian kelas masyarakat Dinasti Joseon, runtuh di akhir abad ke-19.

Selama masa karirnya, beberapa kisaeng mampu memperoleh kekayaan yang cukup besar. Namun mereka harus membiayai sendiri pangan, pakaian dan kosmetiknya.


Menurut Kelas Sosial

image

Sejak dari zaman Dinasti Goryeo dan Joseon, kisaeng digolongkan ke dalam kelas cheonmin, kelas paling rendah dalam masyarakat bersama para tukang daging dan budak. Status sosial adalah turunan, jadi anak dari kisaeng juga adalah cheonmin, dan anak perempuan dari kisaeng pastinya akan menjadi kisaeng pula. Mulai di zaman Dinasti Goryeo, kantor pemerintahan di tiap distrik menyimpan data para kisaeng untuk memudahkan pengawasan. Hal sama berlaku untuk para budak lain. Kisaeng hanya dapat bebas dari posisinya jikalau membayar uang yang cukup banyak kepada pemerintah, hal ini biasanya hanya bisa dilakukan oleh patron kaya, umumnya pegawai dari kantor pemerintahan.

Banyak kisaeng sangat berbakat dalam membuat puisi dan sejumlah sijo yang ditulis kisaeng masih tersisa. Karya mereka seringkali melukiskan rasa sakit hati dan putus cinta, serupa dengan tema puisi yang ditulis para cendekiawan dalam pengasingan. Selain itu, beberapa karya puisi kisaeng yang paling terkenal ditulis untuk meyakinkan para bangsawan untuk menghabiskan malam bersama. Sijo lalu dikenal sebagai karya puisi kisaeng, sementara wanita bangsawan berfokus pada karya gasa.

Kisaeng yang dipekerjakan di kantor pemerintahan lokal dikenal sebagai gwan-gi, dengan statusnya dibedakan sekali dari budak lain yang juga dipekerjakan di istana. Mereka terdata secara terpisah pada data sensus. Kisaeng juga dianggap berkedudukan lebih tinggi dari budak walau sebenarnya mereka semua masuk ke kelas cheonmin. Karena itu, kadang-kadang dikatakan "memiliki tubuh di kelas bawah namun berpikir layaknya bangsawan."


Sumber: http://gudangartikel.net/discussion/1664/mengungkap-kisah-kisaeng-wanita-penghibur-korea-kuno/p1#ixzz1gJprxwCw

Penelitian Menunjukan Bahwa Tikus Hewan Yang Baik Hati Dan Pemurah

Tikus identik dengan pengkhianat cinta. Namun sebenarnya, menurut para peneliti, mereka benar-benar baik dan murah hati.

Dalam sebuah penelitian, ilmuwan Universitas Chicago menempatkan tikus-tikus berpasangan sehingga mereka harus saling mengenal.

image

Ketika kemudian satu tikus ditempatkan di tabung transparan dalam kandang, tikus kedua terlihat tertekan sampai berhasil membebaskan tikus yang pertama.

Yang mengherankan, tidak hanya membantu teman di kandang yang dalam kesulitan, mereka juga tanpa pamrih berbagi. Yang juga mengherankan, tikus betina terlihat lebih peduli daripada jantan.

Selama percobaan, para ilmuwan menemukan bahwa tikus yang berkeliaran gelisah melihat temannya terperangkap dan menurut para ilmuwan, tikus itu memperlihatkan bentuk sederhana dari empati.

Binatang yang bebas pergi lebih jauh, belajar bagaimana membuka pintu tabung, tanpa diajari, dan membebaskan pasangannya.

image

Hal ini, kata peneliti, merupakan bentuk yang lebih kompleks dari empati. Banyak tikus mengulangi pola itu, menurut laporan jurnal Science.

"Kami tidak melatih tikus-tikus ini dengan cara apa pun. Tikus ini belajar karena mereka termotivasi oleh sesuatu secara internal," kata Inbal Ben-Ami Bartal.

"Kami tidak mengajarkan mereka bagaimana membuka pintu. Sulit untuk membuka pintu, tapi mereka terus mencoba dan mencoba dan akhirnya berhasil."

Dalam penelitian lebih lanjut, tikus memiliki sedikit ketertarikan atau tidak tertarik melepaskan mainan boneka yang terjebak dalam tabung, tetapi mereka membebaskan tikus hidup, bahkan ketika tidak diizinkan untuk bermain dengan tikus itu setelah bebas.

image

Ini, kata para peneliti, menunjukkan bahwa motivasi tikus pembebas adalah untuk menghilangkan penderitaan hewan-hewan terperangkap.

Dalam percobaan terakhir, peneliti melihat sikap tikus ketika diberikan pilihan melakukan penyelamatan atau makan cokelat.

Hewan itu sering lebih memilih untuk menyelesaikan penyelamatan sebelum menyelipkan dan berbagi cokelat mereka dengan teman mereka.

"Itu sangat menarik. Menunjukkan kepada kita bahwa pada dasarnya membantu pasangan mereka setara dengan cokelat. Kami terkejut," kata Peggy Mason.

Hasil penelitian juga mengisyaratkan tikus betina lebih mungkin untuk melakukan upaya penyelamatan yang mungkin mencerminkan pentingnya empati dalam keibuan.

Tim peneliti mengatakan bahwa bertindak dari empati jelas bukanlah keunikan manusia saja dan menyarankan kita mungkin bisa belajar satu atau dua hal dari tikus yang rendah hati itu.

Profesor Mason mengatakan, "Ketika kita bertindak tanpa empati, kita bertindak melawan warisan biologis kita."

"Jika manusia mau mendengar dan bertindak pada warisan biologis mereka lebih sering, kita akan lebih baik."

Referensi: www.tempo.co/read/news/2011/12/09/061370728/Tikus-Sebenarnya-Baik-Hati-dan-Pemurah


Sumber: http://gudangartikel.net/discussion/1662/penelitian-menunjukan-bahwa-tikus-hewan-yang-baik-hati-dan-pemurah/p1#ixzz1gJoRvQ00

Keindahan Danau Gunung Tujuh

Di Kabupaten Kerinci, selain terdapat Gunung Kerinci yang terkenal sebagai gunung tertinggi di Sumatra, terdapat juga gugusan gunung. Salah satunya adalah Gunung Tujuh. Di gunung tersebut tersimpan pesona keindahan alam berupa danau di atas gunung, yang disebut Danau Gunung Tujuh. Kondisi alamnya yang masih perawan dan asri, menjadikan Danau Gunung Tujuh sebagai objek wisata paling favorit di Kabupaten Kerinci, Jambi.
Danau gunung tujuh berada di ketinggian 1.950 meter diatas permukaan laut (m dpl), karena ketinggiannya sering juga disebut danau dewa dan menjadikan danau ini sebagai danau air tawar tertinggi di Asia Tenggara. Danau gunung tujuh dikelilingi oleh tujuh buah gunung, yaitu Gunung Hulu Tebo (2.525 m dpl), Gunung Hulu Sangir (2.330 m dpl), Gunung Madura Besi (2.418 m dpl), Gunung Lumut (2.350 m dpl), Gunung Selasih (2.230 m dpl), Gunung Jar Panggang (2.469 m dpl) dan Gunung Tujuh (2.735 m dpl).
Danau air tawar ini terbentuk akibat letusan Gunung Tujuh yang membentuk kawah. Kawah tersebut menjadi penampung air hujan yang lama kelamaan menjadi danau, Danau ini memiliki ukuran panjang sekitar 4,5 km dan lebar 3 km. Di kawasan danau hidup berbagai jenis satwa khas TNKS seperti harimau sumatera (Panthers tigru surnatrensis), siamang, beruang madu, babi hutan, tapir, bcrmacam burung, dan berbagai jenis kupu-kupu. Tumbuhan yang hidup di kawasan ini pun beragam dengan primadona berbagai jenis anggrek alam dan bunga kantong semar.

Cara Membuat Related Post / Artikel Terkait Dengan Gambar Thumbnail

Realated Post atau Artikel Terkait adalah widget yang akan menampilkanBeberapa Artikel Yang Berhubungan pada setiap akhir artikel atau pada setiap ahrir postingan blog. Kadang, ada juga sobat BLOGGER yang menganggap widget tersebut sebagai Widget Recent Post Thumbnail atau Artikel terakhir Denagn Gambar yang berbentuk horisontal.

Berbeda dengan Related Post BiasaRelated Post dengan Thumbnail / gambarmemiliki tampilan yang lebih menarik dan dinamis. Adapun gambar yang di tampilkan berrbeda - beda sesuai dengan gambar yang ada pada setiap artikel. Apabila dalama sebuah artikel memiliki banyak gambar, Widget Related Post With Thumbnailbiasanya menampilkan gambar pertama. Jika artikel tidak memiliki gambar, makaRelated Post dengan Thumbnail akan menampilkan gambar yang sudah di atur pada kode widget Related Post Thumbnailnya.

Sayangnya jika menampilkan terlalu banyak Related Post, maka tampilannya akan jadi kurang menarik. Karena itu, seorang Blogger Blogspot biasanya hanya menampilkan beberapa Artikel pada Widget Related Post Thumbnail ini. jumlahnya berbeda tergantung dari si pemilik BLOG dengan menyesuaikan lebar kotak postingan blognya. Ada yang menampilkan 6, 5, dan ada juga yang hanya menampilkan 4 Artikel Lain Yang Berhubungan pada widget Artikel Terkait ini karena lebar kotak postingan yang sempit. Berbeda dengan Related Post Biasa yang dilengkapi dengan fungsi scroll sehingga mampu menampilkan banyak Artikel Lain yang berhubunganberdasarkan label Artikelnya.

Saya sudah menulis artikel di BLOGGERBUGIS tentang cara membuat Related Post atau Artikel Terkait biasa yang dilengkapi dengan fungsi scroll. Jika anda lebih suka membuat Related Post atau Artikel Terkait Biasa yang dilengkapi dengan fungsi scroll pada BLOG BLOGSPOT anda, silahkan baca tutorialnya DISINI

Berikut adalah gambar screenshoot Related Post dengan 5 Artikel Lain yang berhungan.


Live Demo Widget Related Post / Artikel Terkait / Artikel Lain Tang Berhubungan bisa anda lihat pada bagian bawah kotak postingan ini ( Kalau saya belum menggantinya dengan widget lain ).Tertarik untuk memasang Widget Related Post With Thumbnail pada Blog Blogspot anda ?
Simak Tutorialnya berikut ini :

  • Sebelumnya, jika anda telah memasang Widget Related Post Biasa Pada bloganda dan ingin menggantinya dengan Related Post Thumbnail, silhkan hapus terlebih dahulu kode Widget Related Post Biasa anda. Mengingat artikelnya pasti akan terlalu panjang, saya tidak akan menulis kode yang dihapus. Silahkan baca Tutorial Memasang Widget Related Post Biasa DISINI lalu hapus kode yang ditambahkan pada tutorial tersebut.

Oce bro... mari kita lanjutkan....

  • Seperti biasa, kamu hanya lemparkan senyum silahkan masuk ke akun blog anda di www.blogger.com dengan menggunkan USERNAME dan PASSWORD Bloganda. Lalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur anda akan berada pada halaman DASBOR BLOG. Pada halaman tersebut, klik Tombol RANCANGAN.
  • Selanjutnya, pada halaman RANCANGAN, klik Tab EDIT HTML.
  • Beri tanda Checklist / Centang / Contreng  atau terserah anda menyebutnya apa pada kotak kecil yang ada di depan tulisan EXPAND TEMPLATE WIDGET. Di bawah tulisan tersebut membentang sempit sebuah kotak yang berisi KODE HTML TEMPLATE BLOG yang bikin pusing kepala.
  • Cari kode </head> pada kotak HTML tersebut.  Lakukan pencarian cepat dengan menggunakan tombol CTRL + (plus) huruf F pada keyboard anda lalu tekan ENTER yang akan menampilkan kotak FINE pada sudut kiri bawah browser anda. Selanjutnya ketik </head> pada kotak tersebut. Sudah dapat kodenya ?
  • Copy kode HTML berikut ini :  

<!--Related Posts with thumbnails Scripts and Styles Start-->
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<style type="text/css">
#related-posts {
float:center;
text-transform:none;
height:100%;
min-height:100%;
padding-top:5px;
padding-left:5px;
}

#related-posts h2{
font-size: 1.6em;
font-weight: bold;
color: black;
font-family: Georgia, &#8220;Times New Roman&#8221;, Times, serif;
margin-bottom: 0.75em;
margin-top: 0em;
padding-top: 0em;
}
#related-posts a{
color:black;
}
#related-posts a:hover{
color:black;
}

#related-posts  a:hover {
background-color:#d4eaf2;
}
</style>
<script src='https://sites.google.com/site/bloggerbugis/js/relatedthumbsbloggerbugis4U.js' type='text/javascript'/>
</b:if>
<!--Related Posts with thumbnails Scripts and Styles End-->

      • Letakkan / Paste di atas kode </head> template blog anda.
      • Selanjutnya cari kode  <div class='post-footer-line post-footer-line-1'>  pada kode template blog anda. Kalau anda tidak menemukan kode tersebut pada template blog anda, cari kode ini : <p class='post-footer-line post-footer-line-1'>  
      • Letakkan/Copas kode di bawah ini DI BAWAH salah satu kode tersebut di atas. Berikut kodenya :

      <!-- Related Posts with Thumbnails Code Start-->
      <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
      <div id='related-posts'>
      <b:loop values='data:post.labels' var='label'>
      <b:if cond='data:label.isLast != &quot;true&quot;'>
      </b:if>
      <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
      <script expr:src='&quot;/feeds/posts/default/-/&quot; + data:label.name + &quot;?alt=json-in-script&amp;callback=related_results_labels_thumbs&amp;max-results=6&quot;' type='text/javascript'/></b:if></b:loop>
      <script type='text/javascript'>
      var currentposturl=&quot;<data:post.url/>&quot;;
      var maxresults=5;
      var relatedpoststitle="Related Posts";
      removeRelatedDuplicates_thumbs();
      printRelatedLabels_thumbs();
      </script>
      </div><div style='clear:both'/>
      </b:if>
      <!-- Related Posts with Thumbnails Code End-->
      • Simpan Template Anda
      • Selesai........
      Widget Related Post / Artikel Terkait dengan Gambar / Thumbnail akan menampilkan 5 Artikel terkait berdasarkan label artikel. Jika ingin menambah atau mengurangi jumlah Related Post yang di tampilkan, silahlkan ganti angka 5 (Lima)pada kode var maxresults=5menjadi lebih banyak atau lebih sedikit.

      Jika ingin mengganti tulisan Related Post dengan kata / kalimat lain, silahkan ganti tlisan Related Post ( jangan menghapus tanda petiknya) pada kode var relatedpoststitle="Related Posts"; 

      Oce Mas, Bro, Kang, Mbak, Dek, Tante......
      Semoga tutorialnya bermanfaat.

      Happy Blogging....


      Sumber: http://blogger-bugis.blogspot.com/2011/06/cara-membuat-related-post-artikel_04.html
      Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

      Search This Blog

      Hit Counter

      Please Join This Site !!!

      Contributors

      Reza Maulana. Powered by Blogger.
       
      Support : Your Link | Your Link | Your Link
      Copyright © 2013. GUDANG ARTIKEL - All Rights Reserved
      Template Created by Creating Website Published by Mas Template
      Proudly powered by Blogger