Sabtu, 10 September 2011

Pendekatan Geografi

Agar dapat dibedakan dengan ilmu yang lain, geografi sebagai ilmu kebumian selalu mengkaji hubungan timbal balik antara fenomena dan permasalahannya dengan pendekatan keruangan, ekologi, dan regional kompleks.

a. Pendekatan Keruangan

Pendekatan keruangan dalam geografi merupakan ciri khas yang membedakannya dengan ilmuilmu lain. Pendekatan keruangan terdiri atas pendekatan topik, pendekatan aktivitas manusia, dan pendekatan regional. Secara teoritis pendekatan tersebut dapat dipisahkan, tetapi dalam kenyataannya akan saling berhubungan.

1) Pendekatan Topik
Guna mempelajari masalah geografi di suatu wilayah dapat dimulai dari topik tertentu yang menjadi perhatian utama seperti contoh di atas, yaitu tentang kelaparan. Kelaparan di daerah yang bersangkutan dapat diungkapkan jenisnya sebabnya persebarannya ,,, intensitasnya, dan interelasinya dengan gejala-gejala lain di sekitarnya sehingga diperoleh deskripsi tentang kelaparan itu.
Selama melakukan pendekatan topik tidak boleh melepaskan hubungannya dengan ruang yang menjadi tempat gejala. Misalnya, faktor manusia dengan keadaan fisik alamnya tidak boleh diabaikan. Berdasarkan landasan keruangan itu akan dapat dibandingkan karakteristik gejala di suatu daerah dengan gejala di daerah lain.

2) Pendekatan Aktivitas Manusia
Pendekatan aktivitas manusia digunakan untuk mendeskripsikan berbagai kegiatan manusia atau kegiatan penduduk. Pengungkapan aktivitas penduduk ditinjau dari persebaran, interelasi, dan deskripsinya dengan gejala lain yang berkenaan dengan segala aktivitas.
Ditinjau dari persebarannya, misalnya dibedakan berdasarkan mata pencaharian penduduk. Contohnya, aktivitas penduduk ada yang berlangsung di daerah pegunungan, dataran rendah, dekat sungai, jauh dari sungai, dan di pantai. Berdasarkan persebaran kegiatan penduduk tersebut selanjutnya dapat diungkapkan interelasinya dengan faktor-faktor geografi, antara lain kesuburan tanah, hidrografi, komunikasi, transportasi, dan morfologi lahan. Oleh karena itu, dapat dibuat deskripsi tentang aktivitas penduduk berdasarkan persebarannya dalam ruang dan berdasarkan interelasi keruangannya dengan gejala-gejala yang lain.

3) Pendekatan Regional
Region dapat didefinisikan sebagai suatu wilayah di permukaan bumi yang memiliki karakteristik tertentu yang khas. Karena memiliki karakteristik yang khas sebuah region dapat dibedakan dengan region-region lainnya. Berdasarkan pengertian tersebut, pendekatan regional berarti mengkaji suatu gejala atau masalah dari sebuah region menurut tempat gejala atau masalah itu tersebar. Pendekatan regional menekankan pada region sebagai ruang tempat terjadinya suatu gejala atau fenomena. Di dalam pendekatan regional yang menjadi perhatian adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pola persebaran serta cara mengubah pola tersebut agar persebarannya lebih efisien dan lebih wajar.
Unsur-unsur yang selalu berhubungan dengan pendekatan dan analisis keruangan adalah jarak, pola, site dan situasi, aksesibilitas, serta keterkaitan.
a) Unsur jarak, baik jarak absolut maupun jarak relatif (sosial) yang dapat berpengaruh terhadap keakraban, keseganan, rasa asing, dan kesenjangan sosial.
b) Unsur pola, misalnya struktur geologi yang dapat mempengaruhi pola permukiman dan peragihan sumber air yang berpengaruh terhadap pola tata guna lahan.
c) Unsur tempat (site) dan situasi, erat hubungannya dengan sifat dan fungsi suatu wilayah, misalnya desa dan kota.
d) Unsur aksesibilitas, erat hubungannya dengan topografi dan teknologi wilayah tertentu. Suatu wilayah dengan aksesibilitas yang tinggi akan mempunyai tingkat kemajuan yang lebih pesat dibandingkan dengan wilayah yang aksesibilitasnya rendah.
e) Unsur keterkaitan, banyak menentukan kualitas dan kuantitas hubungan fungsional antarteinpat. Besar atau kecilnya keterkaaan itu bergantung pada kepentingan antart empat sehingga dapat terjadi pertukaran barang dan mobilitas penduduk. Dalam jangka panjang unsur keterkaitan dapat mengubah atau mempengaruhi pola kehidupan (life pattern) penduduk di beberapa tempat.

b. Pendekatan Ekologi

Geografi dan ekologi merupakan dua bidang ilmu yang berbeda sehingga prinsip dan konsep yang berlaku pada kedua bidang ilmu tersebut juga berbeda. Namun, kedua ilmu tersebut dapat saling menunjang dan saling membantu. Geografi berkenaan dengan interelasi antara kehidupan manusia dan faktor fisik yang membentuk sistem keruangan yang menghubungkan suatu region dengan region lainnya. Adapun ekologi, khususnya ekologi manusia berkenaan dengan interelasi antara manusia dan lingkungannya yang membentuk sistem ekologi atau ekosistem.

c. Pendekatan kompleks wilayah

Pendekatan kompleks wilayah menelaah gejala atau fenomena dengan menggunakan kombinasi antara analisis keruangan dan analisis ekologi. Di dalam pendekatan itu suatu wilayah dikaji dengan pengertian areal differentiation. Areal differentiation adalah anggapan bahwa interaksi antarwilayah akan berkembang karena adanya perbedaan. Perbedaan itu selanjutnya mengakibatkan terjadinya proses permintaan dan penawaran. Selain itu, diperhatikan pula persebarannya (analisis keruangan) dan interaksi manusia dengan lingkungannya (analisis ekologi).
Pendekatan wilayah (regional forecasting) dan perancangan wilayah (regional planning) merupakan aspek penting dalam analisis kompleks wilayah. Contohnya adalah dalam perancangan wilayah permukiman transmigrasi.
Sebelum suatu daerah dibuka untuk dijadikan lokasi transmigrasi, langkah awal yang perlu dilakukan antara lain berikut ini.
1) Mengadakan studi kelayakan tentang kondisi fisik lahan, misalnya air tanah, morfologi, kesuburan tanah, dan drainase.
2) Mengkaji kesiapan masyarakat sekitar dalam mendukung terlaksananya program transmigrasi.
3) Melakukan analisis regional untuk menentukan daerahdaerah yang akan dijadikan lokasi permukiman, lokasi garapan, serta lokasi fasilitas social misalnya pasar dan tempat ibadah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
"WELCOME TO GUDANG ARTIKEL - PENGUNJING YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN KOMENTAR"